Beranda Daerah Tulang Bawang Barat Proyek Pembangunan Pasar Di Tubaba Diduga Sarat Masalah

Proyek Pembangunan Pasar Di Tubaba Diduga Sarat Masalah

194 views
0

TUBABA, CyberKatulistiwa.com – 5 Milyar Lebih Proyek Pembangunan Pasar Rakyat Tipe E Milik Diskoperindag Tubaba Di Duga Kuat Sarat Bermasalah.

Pembangunan Pasar Rakyat Tipe E Milik Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan senilai 5 milyar lebih di Duga kuat Sarat Bermasalah,
Hal tersebut terlihat dari belum di fungsikannya pembangunan pasar serta keterangan pihak dinas terkait bahwasanya kegiatan tersebut merupakan kebijakan dari dinas terkait dan tanpa berpedoman dari ketentuan sebagai bahan acuan.

Berdasarkan dokumen yang di peroleh (CyberKatulistiwa dan tim) serta berdasarkan penelusuran di Lapangan.
Di dapati beberapa kejanggalan dalam pelaksanaan serta perrealisasikan kegiatan tersebut.

Berdasarkan dokumen yang di peroleh (CyberKatulistiwa).
Kegiatan lelang pembangunan Pasar tersebut di menangkan oleh
1.Cv.sinar Minang dengan pagu anggaran Rp. 978,500,000,-
2.cv. jenggirat tandang. pagu anggaran Rp.1,097,500,000,-
3.cv. zam-zam. Pagu anggaran Rp.1,247,500,000′-
4.cv. stek harmoni. Pagu anggaran Rp.1,098,500,000,-
5.pt.putra manshurin. Pagu anggaran Rp.948,700,000,-

Namun berdasarkan penelusuran tim di temukan adanya kejanggalan pada kegiatan pembangunan tersebut. Di antaranya kurangnya kelengkapan dari sarana prasarana pembangunan.
Mulai dari belum adanya instalasi listrik, belum di fungsikannya instalasi air bersih, serta belum adanya kamar mandi.serta belum adanya sosialisasi.hingga para pedagang enggan menempati kios tersebut.

“Terlalu tinggi mas lapaknya, juga belum ada airnya, bagaimana mana pedagang mau berdagang kalau airnya saja tidak ada, sedangkan kalau untuk berjualan ikan harus gimana gak ada airnya, sampai saat ini juga pedagang belum pernah di kumpulan atau di sosialisasikan,” Ucap salah seorang pedagang Mulya Kencana. Minggu (4/8) di lokasi Pasar.

Kepala Bidang Sarana Prasarana Pasar(Kabid Sarpras) Diskoperindag Tubaba, Sulaiman. Senin (5/7) di ruang kerjanya, Berkilah.
“Itu sudah di serahkan ke tiyuh, jadi untuk pengelolaannya sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawab tiyuh” elaknya

Lebih lanjut dirinya menegaskan kegiatan tersebut merupakan kebijakan Pihak Diskoperindag sehingga pada perencanaan penganggaran pada kegiatan tersebut merupakan kebijakan dari pihak terkait tanpa berpedoman/ mengacu dari ketentuan.

Saat di singgung tentang jumlah hasil pembangunan kios toko dan lapak pembangunan pasar tersebut, dirinya menegaskan.
“Itu tergantung, itu tergantung dari kita, yang penting sesuai dengan juknis acuan, sesuai dengan peruntukannya” elaknya (Tim Ajoi).

Comment