Beranda Daerah Tanggamus Warga Pekon Kampung Baru Tanggamus Minta Dinas Terkait Perhatikan Saluran Irigasi (Ledeng)

Warga Pekon Kampung Baru Tanggamus Minta Dinas Terkait Perhatikan Saluran Irigasi (Ledeng)

317 views
0

Cyberkatulistiwa.com, Tanggamus – Masyarakat Pekon Kampung Baru, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, mengharapkan perhatian dari dinas terkait, untuk pemeliharaan saluran irigasi (Ledeng) DAM irigasi Way Lalaan. Selasa, 17 Juli 2019.

Hal itu dikarenakan pemeliharaan saluran irigasi saat ini kurang perhatian, sehingga menyuplai air untuk pesawahan petai kurang maksimal.

Di ungkapkan salah satu petani warga setempat, Samsurizal (47) bahwa, akibat kondisi alam dan sampah di saluran irigasi DAM sungai Way Lalaan, Kampung Baru Kotaagung Timur, berdampak buruk terhadap area persawahan masyarakat.

Saat musim hujan, saluran irigasi ini numpuk sampah di selokan dan gorong gorong air ledeng Way Lalaan, bila tidak dibersihkan, air meluap dari saluran irigasi yang kondisinya terus mengalami pendangkalan. Dan bila musim kemarau, maka tidak bisa mendapatkan suplai air yang mencukupi.

Dengan adanya pemeliharaan air ledeng secara rutin atau perhatian khusus dari pemerintah setempat, pengairan sawah masyarakat akan berjalan normal. Jika musim penghujan areal pengairan ledeng akan tersumbat sampah menyebabkan debit air yang masuk ke area sawah masyarakat akan berkurang dan bila kemarau seperti sekarang ini akan mengalami kekeringan.

Masih kata Samsurizal, mayoritas warga disini bergantung pada sawah, jika area sawah mengalami hambatan, seperti kurangnya debit air atau kekeringan, M/maka berimbas pada kerugian petani, sehingga guncangan ekonomi pun dirasakan petani .

”Kami berharap kedepan saluran irigasi ini bisa mendapat perhatian khusus dari dinas terkait,” ujarnya.

Disampaikan juga oleh warga lain, Warto (51), memang benar warga sedang mengharapkan untuk pemeliharaan khusus secara rutin. Sebab, bila pengairan irigasi ke sawah petani tidak lancar dan debit air ledeng ini berkurang akan membuat hasil pertanian mereka tidak normal atau gagal panen.

“Waktu itu saya pernah di gajih dari UPT Rp500 ribu, itu pun cuman satu bulan pertama saja, bulan seterusnya tidak di gajih lagi, setelah kurang lebih 6 bulan, saya tanyakan ke UPT, jawaban mereka belum turun , pada bulan berikutnya saya tidak lagi ngontrol dan membersihkan air ledeng itu lagi,”ungkapnya.

Terkait ini, pihak UPT wilayah Kotaagung Timur, melalui Staf UPT, Nuri, membenarkan pernah ada petugas yang bertugas di DAM tersebut dengan SK dari Provinsi. Namun, setelah penjaga yang lama meninggal sekitar tahun 2017 lalu, tidak ada lagi yang menggantikan.

“Kita juga pernah mengajukan untuk penjaga pintu air irigasi Way Lalaan di UPT Kotaagung Timur, tapi yang keluar dari Pemkab Tanggamus, baik tenaga kontrak atau TKS, bagian staf semua SK-nya,”katanya. (Tim)

Comment