Metro, Cyberkatulistiwa.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Badan Perpajakan Pendapatan Retribusi Daerah (BPPRD) setempat menggelar kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Kegiatan berlangsung di Halaman Rumah Asisten Wedana kota setempat, Kamis (25/7/2024).

Wakil Wali Kota Metro, Qomaru Zaman mengatakan, fokus pada digitalisasi tentang segala macam transaksi pelayanan di Metro, diharapkan kecepatan akan menggunakan digital. Sehingga paling tidak akan mengurangi kebocoran-kebocoran yang harusnya menjadi pendapatan daerah, jadi tidak ada kebocoran lagi ke depan.
“Kegiatan transaksi semuanya harus dilaporkan sampai pusat secara detail. Supaya level Kota Metro ini akan semakin ke atas.
Kita perhatikan pusat dan tentu akan ada apresiasi dari pusat,” katanya.

Pihaknya berharap, seluruh instansi terkait dapat memberikan edukasi masyarakat di Metro, agar dapat menggunakan transaksi secara digital.
“Kita harapkan langkah kawan-kawan memberikan edukasi kepada masyarakat supaya transaksi apapun di Metro menggunakan digital elektronik,” ucap Qomaru.
“Metro harus lebih hebat di dalam transaksi, termasuk apa saja. Jangan hanya dunia perdagangan saja, dunia yang terkait dengan pelayanan-pelayanan yang lain transaksi yang menggunakan fasilitas elektronik digital,” tambahnya.
Dia menyampaikan, bagi seluruh instansi di Bumi Sai Wawai agar selalu mengawal bagaimana pelayanan di Metro dapat lebih baik.
“Ya harus lebih baik lagi. Maka, tolong dikawal ini bagaimana pelayanan yang lebih heboh di Metro ini. Baik dari sisi pelayanan primanya, pelayanan yang lebih tepat aman dan nyaman,” ujarnya.
Qomaru mengajak, agar para pelaku usaha rumah makan di Metro selalu menggunakan Tapping Box (alat pemantau pajak untuk mencegah penipuan dengan mencatat semua transaksi yang dilakukan terhadap perusahaan).
“kita terus dorong supaya mereka menggunakan Tapping Box. Jangan sampai lelah, supaya pendapatan lebih hebat dan lebih tinggi lebih menakjubkan,” katanya.
Sementara, Kepala BPPRD Kota Metro, Syahcri Ramadhan menyampaikan, adapun maksud tujuan daripada kegiatan ini adalah untuk membangun pemahaman bersama bahwa digitalisasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan masyarakat melalui tata kelolaan keuangan yang semakin baik kedepannya .
“Pada kesempatan ini, kami juga melaporkan perkembangan pelaksanaan Tapping Box di Kota Metro untuk semester satu tahun 2024. Kemudian, tujuan dari kegiatan ini selanjutnya adalah untuk membentuk point of view (sudut pandang) yang sama pada kita semua, dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terhadap pentingnya digitalisasi daerah,” ucapnya .
Dia menjelaskan, adapun tema pelaksanaan kegiatan ini adalah kolaborasi bersama penyedia jasa pembayaran dan masyarakat, untuk lebih meningkatkan transaksi non tunai khususnya di Kota Metro.
“Selain mendukung program elektronik transaksi, pemerintah Kota Metro perlu mengembangkan kebijakan dalam hal pembayaran pajak. Salah satunya adalah kerjasama dengan penyedia jasa pembayaran, kebijakan ini telah kita lakukan sejak akhir tahun 2023 bersama Bank Central Asia (BCA), kemudian kantor Pos Indonesia,” jelas Syachri.
Dia mengatakan, dalam kesempatan tersebut, terdapat wajib pajak yang mendapatkan penghargaan atas peningkatan kepatuhan wajib pajak di bulan Juni 2024.
“Tadi ada penghargaan wajib pajak atas peningkatan kepatuhan wajib pajak Tapping Box bulan Juni 2024, setelah dilakukan penyesuaian jenis alat sebagai tindak lanjut rekomendasi BPK RI (Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia). Diantarnya yaitu, rumah makan Bebek Prakoso sebesar 137,73 persen, rumah makan Bengkel Perut sebesar 188,06 persen, kemudian Candy Fried Chicken sebesar 201,15 persen,” katanya Syachri.
Acara dilanjutkan dengan Penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dan kerjasama penerimaan pajak daerah antara Pemerintah Kota Metro dengan PT Bank Negara Indonesia (BNI) Persero Tbk cabang setempat. Serta, penandatanganan berita acara pemeriksaan 40 Tapping Box yang Biayai oleh APBD kota setempat. (ADV)





























Comment