Lampung Barat, Cyberkatulistiwa.com – Rainforest Alliance (RA) kerja sama dengan KKN Unila dan PKK Pekon Bedudu Kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat sosialisasikan cara pembuatan pupuk Micro Organisme Local (MOL) dan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) yang bertepatan di salah satu rumah Aparatur Pekon Bedudu, Selasa (31/01/2023).

Salah satu bahan yang di gunakan untuk membuat Mikro Organisme Local ( MOL ) yaitu :
1 kg limbah pepaya blender halus, 2 bungkus nasi fermentasi/berjamur, 2 ons gula merah, cincang/sisir halus, 2 liter air kelapa, 3 liter air leri/ air cucian beras, air bersih.
Salah satu Koordinator pekon KKN Universitas Lampung (UNILA ) juga menjelaskan, “Mikro organisme Local ( MOL ) adalah salah satu cara memanfaat kan bahan-bahan local untuk dimanfaat kan pupuk sehingga tidak merusak lingkungan”, jelasnya.
“Mol ini merupakan larutan hasil fermentasi yang bahan dasarnya berasal dari berbagai sumber yang mengandung unsur hara mikro, makro, bakteri perombak bahan organik perangsang pertumbuhan dan agen pengendali hama/penyakit tanaman.
Untuk kegunaan nya MOL juga berfungsi sebagai : dapat menjadi pupuk organik cair, dekomposer atau biang pembuatan kompos, pestisida nabati.
Dan untuk cara pembuatan nya juga sangat gampang, kita hanya perlu menghaluskan semua bahan, campurkan semua bahan dan aduk rata masuk kan semua bahan ke dalam jerigen sesuai takaran terus tutup jerigen dengan plastik untuk ruang gas lalau biarkan adonan tersebut berfermentasi selama 2 minggu, kemudian buka tutup setiap pagi selama 5 menit untuk membuang gas hasil fermentasi agar tidak meledak.
Sedang kan pupuk organik cair ( POC ) adalah larutan hasil dari pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman kotoran hewan dan manusia yang kandungan nya unsur haranya lebih dari satu unsur.
Untuk kegunaan nya sendiri yaitu : memberikan kesuburan pada tanah, untuk merangsang pertumbuhan pada akar,batang, daun dan juga buah, mempercepat masa pembungaan dan jumlah lebih maksimal, menghilangkan hama dan penyakit tanaman (jamur, lumut, dll ). Biota tanah terlindungi sehingga dapat memperbaiki/mempertahankan kualitas tanah, memperkaya keanekaragaman biota tanah, mengandung bermacam-macam unsur organik dan mikroba yang bermanfaat bagi tanaman, pengunaan POC terbukti juga mampu memperbaiki kualitas tanah sehingga meningkatkan kualitas produk hasil tanaman.
Untuk pembuatan Pupuk organik cair ( POC ) mengunakan bahan yang sangat gampang dan tentu ramah lingkungan dan ramah di kantong seperti: 5liter MOL, 10 buah toros gula merah di larutkan dengan 5 liter air, 25 liter cucian beras, 10 liter air kelapa, 15 liter air sabuk kelapa di rendam 1 mingguan, 5kg kotoran sapi dan yang terakhir daun lamtoro.
Kemudian siapkan bahan-bahan, lalu cacah bahan padat menjadi ukuran yang kecil untuk mempercepat proses dekomposisi, siapkan tong plastik kedap udara ukuran 100 liter/200 liter sebagai media pembuatan pupuk,masukkan kedalam tong semua bahan yang sudah di sedia kan di mulai dengan bahan organik, kemudian aduk rata semua bahan yang telah di campur, lalu tutup tong dengan plastik dan diikat mengembung untuk memberi ruang gas yang di hasilkan,biar kan adonan tersebut berfermentasi selama 2 minggu, dan jangan lupa buka tutup setiap pagi selama 5 menit, untuk membuang gas hasil fermentasi yang mengembung.
Masih di tempat yang sama, Ketua TP-PKK Pekon Bedudu Reva Malinda menjelaskan, “Manfaat dari pembuatan Pupuk Mikro organisme lokal (MOL) dan Pupuk Organik Cair (POC) masyarakat menerima pemahaman dan wawasan baru dalam hal pemanfaatan limbah rumah tangga. Selain itu, masyarakat dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia dan pupuk buatan pabrik yang umumnya sudah digunakan oleh masyarakat desa, sehingga dapat meminimalkan pengeluaran masyarakat petani desa dalam proses bercocok tanam”, pungkasnya. ( Beni fa ).





























Comment