Beranda Berita Warga Harap Kejari Tanggamus Serius Tangani Persoalan Terkait Pengelolaan Dana Desa (DD)...

Warga Harap Kejari Tanggamus Serius Tangani Persoalan Terkait Pengelolaan Dana Desa (DD) di Pekon Susuk Tanggamus

88 views
0

Tanggamus, Cyberkatulistiwa.com – Terkait Pengelolaan Dana Desa (DD) di Pekon Susuk Kecamatan kelumbayan kabupaten Tanggamus, Lampung Tahun Anggaran 2019-2020 yang sebelumnya pernah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung pada Bulan Oktober 2020 lalu.

Hal tersebut telah dilimpahkannya persoalan itu ke Kejari Tanggamus oleh Kejati Lampung. Warga Pekon Susuk, Riza Sahroni mengungkapkan bahwa kedatangannya ke Kejari Tanggamus sebagai perwakilan dari masyarakat Pekon Susuk untuk mempertanyakan kejelasan laporannya terkait tidak transparannya pengelolaan Dana Desa (DD) semasa dijabat oleh Sujono selaku Penjabat (Pj) Kepala Pekon Susuk pada Tahun 2019-2020.

“Saya ke Kejari ini untuk mempertanyakan tindak lanjut laporan kami terkait tidak transparannya pengelolaan Dana Desa di Pekon susuk di masa Pj Sujono, sebelumnya kan kami melaporkan Sujono ke Kejati Lampung pada bulan oktober 2020 lalu, setelah kami tanyakan lagi ke Kejati, kami diarahkan ke Kejari Tanggamus, karena kata pihak Kejati Lampung, persoalan itu sudah dilimpahkan ke Kejari Tanggamus” ungkap Riza Sahroni selaku pelapor, Selasa (15/6/21).

Sahroni menjelaskan bahwa adanya pelaporan pada oktober 2020 lalu, karena semasa Sujono menjabat sebagai Pj Kakon di pekonnya tidak pernah transparan terhadap masyarakat dalam pengelolaan Dana Desa (DD) seperti tidak adanya informasi ke masyarakat Dana Desa (DD) yang didapat maupun penggunaannya, tidak adanya baliho APBDes, tidak adanya papan proyek pembangunan di titik kegiatan pembangunan, pelaksanaan pembangunan tidak melibatkan masyarakat dan tidak ada Musdus serta Musdes.

“Kami selaku masyarakat, makanya kami melaporkan hal itu karena tidak sesuai dengan peraturan yang ada, masa dalam pengelolaan dana desa tidak ada informasi ke masyarakat, seperti baliho APBDes tidak di pasang, pada kegiatan pembangunannya juga hanya aparatur pekon dan BHP, kemudian setiap titik pembanguan tidak ada papan informasi, seperti pada pembangunan talut, itu kan bukan membangun tapi hanya memoles, lagian semasa Pj menjabat sangat jarang dilakukan Musdus dan Musdes” bebernya.

Dalam hal ini, Sahroni merasa kecewa seolah pelaporannya dipermainkan oleh Kejari Tanggamus, karena Sahroni menanyakan tindak lanjut laporannya ke pihak Kejari Tanggamus dan ia mendapatkan jawaban bahwa kasus tersebut tidak ada kegiatan yang merugikan negara atas proses turun kelapangan serta koordinasi dengan Inspektorat Tanggamus.

“Intinya saya sangat sangat kecewa kepada Kejari Tanggamus, banyak kejanggalan di lapangan dan RAB kok bilang tidak ada kerugian negara, atas dasar apa mereka mengatakan hal itu, sementara diwaktu pihak Kejari adakan pemanggilan terhadap terlapor data yang mana acuan mereka sebagai data pembanding, kami aja sebagai pelapor tidak pernah diberi tahu, kalau berdasarkan data dari Inspektorat mah kalau secara administrasi memang benar semua karena yang membuat SPJ-nya bukan aparat Pekon Susuk melainkan orang dari luar pekon itu, sedangkan yang saya laporkan adalah fakta di lapangan” ujarnya.

Sahrony menambahkan, kalau dari keterangan pihak kejari tanggamus tadi,
“Untuk kasus ini sampai saat detik ini tidak ada kegiatan yang merugikan negaranya, kami sudah berkoordinasi dengan inspektorat berdasarkan itu kami sudah cek kelapangan sudah semuanya, permasalahannya itu hanya terdapat di pembuatan spj. Yang mana pembuatan spj itu dilakukan orang luar”, jelas sahrony menirukan keterangan alfred atau pihak kejari tanggamus.

Dalam hal ini Sahroni berharap agar pelaporannya segera diberi kejelasan dan ia akan berupaya untuk berkoordinasi lagi ke Kejati Lampung, agar persoalan ini tidak rancu.

“Saya berharap ke pihak Kejari Tanggamus agar serius dalam menangani laporan kami yang dilimpahkan dari Kejati Lampung, dan saya akan koordinasi lagi ke Kejati Lampung masa saya diarahkan oleh Kejari Tanggamus untuk membuat laporan baru, apa maksudnya” kata Sahroni penuh tanda tanya. (*/ Tim).

Comment