Tanggamus, Cyberkatulistiwa.com – Jembatan penghubung lima Pekon di Kecamatan Sumber Rejo Kabupaten Tanggamus sudah tiga tahun kodisinya sangat memperihatinkan dan nyaris putus, sudah pernah diajukan proposalnya namun belum juga ada perbaikan, Rabu (10/03/ 2021).
Jembatan penghubung lima Pekon ini yang diantaranya menuju ke Pekon Singosari, Pekon Kebumen, Pekon Sidorejo, Pekon Kemuning, dan Pekon Kampung Cina. Lokasi jembatan ini tepatnya di Pekon Kebumen Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus.
Menurut keterangan warga yang melintasi jembatan ini, bahwa jembatan yang dibangun hasil swadaya warga Pekon Kebumen, memang terbuat dari Kayu, Jembatan tersebut juga merupakan akses perekonomian dan pendidikan bagi warga Kecamatan Sumberejo dan sekitarnya, namun selama ini Pemerintahan Kabupaten Tanggamus terkesan lamban untuk memperhatikan kondisi jembatan tersebut. Mengeluh dan kecewa akibat ambruknya jembatan ini tidak sedikit warga Pekon Kebumen dan sekitarnya harus memutar arah mencari jalan alternatif.
”Saya berharap jembatan ini segara dibangun, karena jembatan ini salah satu jembatan alternatif, kami khawatir jika tidak segera dibangun akan menimbulkan korban jiwa. Sudah tiga tahun belum juga dibangun, tapi tetap dilewati dan saat warga melintaspun harus hati -hati, selain sudah rusak jembatan ini hanya untuk satu unit sepeda motor saja yang melintas, karena jembatan sudah goyang- Goyang,” terangnya.
Warga sangat berharap kepada pemerintah Pekon dan Pemkab Tanggamus untuk segera menindak lanjuti dan segera memperbaiki jalan serta membangun jembatan yang merupakan akses penting untuk pertumbuhan perekonomian serta pendidikan warga Kecamatan Sumberejo.
Ditempat terpisah, Beki (45) warga Pekon Kebumen yang sering melintasi jembatan tersebut mengaku was – was dan takut saat melintas diatas jembatan ini, untuk segi keamanannya tidak ada dan sebagian kayu jembatan sudah rusak dan lapuk.
”Saya setiap hari lewat jembatan ini, karena kebun saya berada di Pekon Kampung Cina dan harus lewati jembatan ini karena sangat dekat menuju di kebun saya, terpaksa saya lewat dengan rasa was – was dan takut jembatannya tiba tiba ambruk, karena kayunya banyak yang sudah rusak dan lapuk. Jembatan ini juga hanya bisa dilalui satu sepeda motor secara bergantian untuk kendaraan roda empat tidak bisa melintas,” terangnya.
Sementara itu, Dian (Sekdes) Pekon Kebumen saat dikonfirmasi melalu WhatsApp membenarkan abruknya jembatan ini, karena pondasi jembatan terkikis air Sungai dan Pemerintah Pekon setempat sebelumnya sudah mengajukan proposal untuk pembangunan jembatan tersebut ke Dinas PUPR Pemkab Tanggamus.
“Dari Pemerintah Pekon sudah mengajukan proposal untuk pembangunan jembatan tersebut ke Dinas PUPR Pemkab Tanggamus, infonya sudah dibahas dimusrembang Kecamatan, semoga ditahun ini bisa terlealisasikan,” pungkasnya.
Ditempat terpisah saat tim media mencoba mendatangi Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Tanggamus melalui Bowo (Kabag Bina Marga) namun Tidak ada diruangan, hanya ada staf yang mengatakan bahwa Pak Kabag tidak ada dikantor karena sedang ikuti kegiatan vaksin.
“Untuk proposal pembangunan jembatan yang berada di Pekon Kebumen, pengajuannya sudah ada dari Tahun 2019 mas, untuk realisasinya saya belum tahu, karena bukan wewenang saya. Kebetulan Bapak Bowo selaku Kabidnya sedang keluar menghadiri vaksinasi di Talang Padang, sedangkan untuk perencanaannya sendiri dengan ibu Sri selaku Kasi dan beliau juga kebetulan tidak ada diruangan,” Kata Yogky staf Dinas PUPR bagian Bina Marga kepada awak media. (Rd/bwm).





























Comment