METRO, Cyberkatulistiwa.com – SDN 1 Metro Pusat menjadi salah satu sekolah unggulan di Kota Metro berasal dari solidnya perhatian para Guru pada seluruh kegiatan di sekolah, guna memberi kenyamanan di dalam ruang kelas maupun di luar kelas, Rabu (05/02/2020).

Suyeti, S.Pd, MM, selaku Kepala SDN 1 Metro Pusat menerangkan dalam proses belajar mengajar selalu memberikan kenyamanan kepada para siswa. Sebab, adanya Guru-guru terpilih menjadi instruktur dan ada juga Guru berprestasi.
“Pastinya dalam proses belajar mengajar memberi kenyamanan kepada murid, karena ada beberapa orang guru kita memang sudah instruktur, instruktur kabupaten/kota. Kemudian ada juga guru prestasi kita yang sudah magang ke luar,” terangnya.
Ia mengatakan tertibnya berbagai kegiatan di sekolah, berasal juga dari solidnya para Guru. Selain itu, juga terdapatnya pembagian tugas kepada para Guru dalam mekanisme kegiatan yang ada di sekolahnya.
“Kita punya tim, tim pengembangan mutu internal, SPMI itu kita punya. Jadi kita sudah berbagi, kalau untuk proses ada penanggungjawab, kemudian SKL ada penanggungjawab, ekskul juga demikian, semua sudah terbentuk timnya,” katanya.
Kemudian, para Guru juga telah mengikuti berbagai pelatihan semacam workshop, serta mengadakan evaluasi dalam waktu dua minggu satu kali berkumpul bersama.
“Para guru juga telah mengikuti beberapa kegiatan semacam workshop, lalu kita dua minggu sekali juga mengadakan evaluasi proses. Dua minggu sekali juga kita KKG khusus Metro Pusat, khusus SDN 1 Metro Pusat. Tetapi kita tidak juga menutup, artinya Sekolah-sekolah sekitar kita yang akan ikut di kegiatan kami, ya kami persilahkan,” papar Suyeti.
Namun, Suyeti yang juga sebagai Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) itu juga menungkapkan bahwa memahami jika semua tak ada yang sempurna. Tetapi, dirinya beserta keluarga besar SDN 1 Metro Pusat selalu berusaha memberikan yang terbaik.
“Saya memahami betul tentang itu, tidak ada semua yang sempurna, tetapi saya dan seluruh keluarga SDN 1 Metro Pusat selalu berusaha memberi edukasi yang terbaik, baik itu terkait akademik, non akademik, maupun tentang pendidikan karakter,” tutur Suyeti.
Terkait jika adanya hukuman bagi siswa, ia mengatakan bahwa hal tersebut diberikan dengan syarat harus bersifat mendidik dan tidak arogan mengenai fisik.
“Sebatas hukuman kepada siswa tidak mengenai fisik dan bersifat mendidik. Orangtua siswa tidak ada masalah, karena kita juga sudah bekerjasama dengan para orangtua siswa, dan kami sangat menghindar sekali pada kekerasan fisik terhadap anak-anak. Oleh sebab itu, setiap selesai upacara pada hari senin, saya adakan briefing, 10 sampai 15 menit untuk evaluasi, hal itu dilakukan secara rutin hingga saat ini,” jelasnya.
“Kemudian kita juga menerangkan kepada para orangtua siswa, ketika intonasi suara guru itu tinggi, bukan bermaksud menghardik siswa, tetapi tipe atau bawaannya memang suaranya besar, tapi sejauh ini anak-anak memahami itu,” tambahnya. (red/bibie).































Comment