Kota Metro, cyberkatulistiwa.com – Serupa kondisi gedung baru Puskesmas Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, diduga belum layak fungsi sudah di tempati aktifitas pelayanan kesehatan. Plt.Kadis Kesehatan belum mau memberikan komentar, dirinya mengintruksikan konfirmasi ke Bagian Sarana Prasaran Dinas Kesehatan, Eko Broto. Sementara bersangkutan (Eko Broto) jarang berada di ruang kerjanya.
Dua pekan lebih kurang, sejak Senin, 18 Maret 2019, Tim cyberkatulistiwa.com upaya mendapat keterangan seputar pembangunan gedung Puskesmas Iringmulyo kepada pihak Dinas Kesehatan. Plt Kadis berulang mengintruksikan konfir ke Bidang Sarpras Eko Broto. Plt Kadiskes enggan berkomentar dan menemui tim cyberkatulistiwa.com dengan alasan padat agenda kedinasan.
Pantauan, cyberkatulistiwa.com, infrastruktur gedung Puskesmas Iringmulyo, memprihatinkan, penempatan gedung tersebut terkesan dipaksakan. Meski dalam prosesnya didampingi tim TP4D, pada kenyataannya dilapangan didapati Cor dak gedung tersebut merembas air hujan, dinding-dinding pun demikian merembas air hujan. Halaman sekitar Puskes digenangi air hujan, lantaran saluran pembuangan tertutup bangunan dan hanya di beri pipa pembuangan air kecil lebih tinggi dari saluran pembangunan.
Penelusuran data informasi, proyek pembangunan gedung Puskesmas tersebut dikerjakan pihak ketiga yang juga juga orang berpengaruh di salah satu organisasi sayap Partai di Kota Metro. Hingga berita ini diterbitkan, Pihak Dinas PUTR dan Sekkot Metro belum mau menanggapi, meski berulang di hubungi Via Handphone dan SMS, guna konfirmasi dua momen atas proses serah terima barang jasa atas Gedung Puskesmas dan gedung Disporapar setempat.
Disisi lain, Puskesmas setempat enggan memberikan keterangan, terkesan ragu dan takut. Pihak Puskesmas hanya mengarahkan untuk konfirmasi langsung ke Dinas Kesehatan, sebab pihak Puskes hanya ketempatan dan sebelumnya juga telah berulang berkoordinasi dengan pihak bidang Sarpras Diskes.
Diketahui, Proyek pembangunan gedung Puskesmas tersebut salah satu diantara proyek yang di dampingi TP4D Kejari Kota Metro sebagaimana yang diminta pihak Pemerintah setempat.
Terkait ini, diberitakan sebelumnya, Kasi Intelejen Kejari Kota Metro, Guntoro J.Saptodie, Kamis, 14 Maret 2019, menjelaskan, pihaknya meminta 2 orang ahli struktur bangunan dan tim dari Universitas Lampung (Unila) untuk melakukan penghitungan, yang selanjutnya, TP4D meminta dilakukan uji lab, saat ini menunjukan hasil yang baik sesuai dengan kontrak kerja atau RAB yang ada.
“Ada 4 kegiatan proyek yang menelan anggaran miliaran yang diminta pihak Pemerintah pendampingan TP4D. Hasil pemantauan dan pendampingan ke 4 proyek, dua di antaranya pembangunan Gedung Puskesmas Iring Mulyo Metro Timur, Pembangunan MCC. Secara menyeluruh, sementara ini hasilnya baik,”katanya. (Red/Tim)





























Comment