METRO, cyberkatulistiwa.com – DPRD Kota Metro meminta Dinas Pertanian untuk mencarikan alternatif penganti lahan persawahan produktif yang tergerus akibat ahli fungsi dan Bendungan Margatiga.
“Jumlahnya tidak main-main cukup luas juga yang tergerus hampir mencapai bisa 100 hektaran, jika dibiarkan. Dan itu hilang begitu saja,”ujar Wakil Ketua Komisi I Nasirianto Efendi, di ruang kerjanya, Jumat (22/2).
Untuk itu dewan mengharapkan agar produksi padi di Kota Metro tidak berkurang terlalu banyak, maka harus dicarikan solusinya. Pasalnya, selama kurun 2017 dan 2018 produksi padi Kota Metro mengalami surplus hingga 3000 ton.
“Perlu diupayakan agar kedepan tak sampai begitu berdampak pada produksi padi. Pasalnya, lahan pertanian di Kota Metro tak mungkin bisa bertambah, sebaliknya malah berkurang akibat ahli fungsi lahan untuk membangun perumahan dan bendungan Margatiga Sekampung,”tutur Politisi PKS Nasrianto.
Dewan menyarankan agar Dinas Pertanian melakukan upaya penerapan tekonologi guna mempertahnkan produksi padinya yang terus lahannya tergerus. “Mungkin melalaui penerapan tekonologi akan mampu menggenjot atau mempertahankan produksi padi kita,”tambahnya.
Sebelumnya, diakui Kabid Tanam Pangan Dinas Pertanian Wiji, di tahun 2019 Kota Metro mengalami penurunan lahan produktif persawahan di Metro Selatan seluas 50,1 Ha untuk dijadikan genangan air Bendung Margatiga Sekampung. Lalu, juga adanya ahi fungsi lahan setiap tahunnya yang terus tergerus antara 1—2,5 Ha.
Untuk semenatar ini diakuinya produksi padi di Kota Metro belum berpengaruh, terbukti di tahun 2017 dan 2018 produksi beras Metro mengalami surplus hingga 3000 ton dari panen sebanyak 22.339 ton dari luas lahan 6372 Ha.
“Salah satu upaya yang dilakukan untuk mempertahnkannnya Dinas Pertanian akan melakukan penerapan tekonologi,”ucap Wiji Kabid Tanam Pangan, (*).





























Comment