Metro, Cyberkatulistiwa.com – Dalam menangani penyebaran Covid – 19 (Virus Corona) di Kota Metro, Seluruh tenaga medis saling Bahu – membahu, saling bergotong – royong, saling bergantian (Piket) memerangi penyebaran wabah Covid – 19 (Virus Corona) yang ada di seluruh pelosok Kota Metro, Minggu (05/04/2020).

Salah satu tempat antisipasi penyebaran Covid – 19 ini di daerah Terminal Bus Mulyojati 16c, dengan dibantu oleh Dinas Perhubungan Kota Metro, Kecamatan, Kelurahan, Polsek, Koramil dan pamong setempat, Tenaga medis selalu mengecek seluruh Bus yang datang khususnya penumpang yang datang dari luar maupun dalam Provinsi Lampung.
Tapi sangat di sayangkan, atas kroscek awak media di lapangan (Terminal Bus Mulyojati 16c), sangat minim sekali peralatan yang digunakan tenaga medis tersebut.
Saat di konfirmasi, tenaga medis yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan “himbauannya untuk pendatang agar melaksanakan apa yang menjadi himbauan dari pemerintah, salah satu contohnya berdiam diri di dalam rumah saja selama 14 hari”, jelasnya.
“Untuk pemerintah Kota Metro sendiri, harapan kami tenaga medis, tolong perhatikan kami tenaga medis yang di lapangan, terutama Alat Pelindung Diri (APD) kami sangat terbatas, sedangkan kami harus melaksanakan tugas kami sampai Tanggal 14 April mendatang, sesuai instruksi pemerintah Kota Metro”, harapnya.
Salah satu petugas Dinas Perhubungan Kota Metro juga menyampaikan “Kami berterima kasih kepada pemerintah Kota Metro yang sudah mengirimkan tenaga medis beserta dari Polsek nya juga, di Terminal Bus Mulyojati 16c Kecamatan Metro Barat ini juga biasanya sekitar 5 Bus yang masuk di terminal yang berasal dari Pulau Jawa dan ini kita siaga terus untuk antisipasi lonjakan menghadapi arus mudik Bulan puasa dan Lebaran Idul Fitri ini, terangnya”.
Terkait Alat Pelindung Diri (APD), “kami sudah mendapatkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD), terakhir dari RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung”, tegasnya.

Dari hasil pantauan awak media juga terkait Alat Pelindung Diri (APD) memang untuk petugas di terminal 16c masih sangat minim sekali dan itupun berasal dari para Donatur, Paguyupan Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Lampung dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Metro. (bibie).





























Comment