METRO, Cyberkatulistiwa.com – Dinas Kepemudaan olahraga dan pariwisata ekonomi kreatif kota Metro melalui bidang ekonomi kreatif (ekraf) selenggarakan pelatihan kerajinan pemanfaatan eceng gondok dan limbah plastik dalam rangka kegiatan pembinaan dan pengembangan pelaku usaha ekonomi kreatif berlangsung Pukul.09.00 Wib bertempat di LEC Kartikatama Kota Metro, Senin (25/11/2019).
Kegiatan tersebut di Hadiri Kepala Dinas Kepemudaan olahraga dan pariwisata ekonomi kreatif Kota Metro Try Hendriyanto,ST,MM. kabid ekraf Veriza dan jajaran, Para Pengrajin usaha ekonomi kreatif se-kota Metro.

Kadisporapar Kota Metro Try Henndriyanto mengatakan, “Kegiatan ini merupakan pelatihan kerajinan pemanfaatan eceng gondok dan limbah plastik menjadi nilai ekonomis yang memiliki kreativitas tinggi dan inovatif seperti tas, Vas Bunga,kotak Tissue,toples, sandal hotel dan lain-lain,”ucap nya. Seperti dilansir Time7news.com
Ia menjelaskan, “bahan baku yang kita gunakan adalah eceng gondok dan limbah plastik yang bertujuan peningkatan Sumber daya manusia (SDM) dan memberikan nilai tambah peningkatan pelaku usaha ekonomi kreatif sesuai visi misi kota Metro sebagai kota pendidikan wisata keluarga Berbasis ekonomi kerakyatan berlandaskan pembangunan partisipatif,” ujar Try Henndriyanto.
Sementara itu,Kabid Ekraf Disporapar kota Metro Veriza mengungkapkan,Para pengrajin usaha ekonomi kreatif se-kota Metro diberikan pelatihan dan pembinaan agar memiliki kemampuan dalam mengelola eceng gondok dan limbah plastik menjadi bahan kerajinan dan bermanfaat.

“Pembinaan dan pelatihan para pengrajin untuk memberikan kemampuan dalam memanfaatkan eceng gondok dan limbah plastik menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomis dan bermanfaat dan peningkatan ekonomi pelaku usaha ekonomi kreatif di Kota Metro,”jelas Veriza.
Dirinya menuturkan, “untuk saat ini kita mencari bahan baku eceng gondok agak kesulitan dan tidak terlalu banyak stock nya, sebelumnya kita bisa mendapatkan nya di sekitar pulau Dam Raman Metro Utara sekarang sudah tidak tersedia lagi, untuk saat ini eceng gondok kita dapatkan di kolam Sekolah tinggi olahraga yang masih ada. Namun ukuran eceng gondok nya tidak terlalu panjang dibandingkan dengan eceng gondok yang ada di muara aliran sungai,”ungkap nya.
Veriza juga menyampaikan, “pelatihan dan pembinaan ini kita melihat dari hasil kunjungan kita ke kota jogja, dimana para pengrajin di sana sudah sangat lama memanfaatkan eceng gondok untuk kerajinan tangan seperti tas, Vas bunga, kotak tissue, bahkan Furniture berbahan baku eceng gondok. Hal ini menjadi sebuah kreatifitas untuk pengrajin usaha kreatif di kota Metro,” pungkasnya. (red/bibie).





























Comment