Beranda Daerah Tulang Bawang Barat Dinas Perternakan PemKab Tubaba Diduga Mark Up Anggaran

Dinas Perternakan PemKab Tubaba Diduga Mark Up Anggaran

77 views
0

TUBABA, CyberKatulistiwa.com – Berdasarkan informasi yang diperoleh, diketahui bahwa waktu pelekasanaan untuk pengadaan Bibit Ayam Kampung Unggul (KUB) Rp.940 juta tersebut yakni selama empat bulan. Pekerjaan dimulai dari bulan Juni dan selesai September 2018 lalu, dan itu merupakan Ayam hasil dari Badan Usaha Mandiri Bersama (BUMT) setempat.

Dan saat ditemui di lokasi Penetasan Telur Ayam dari BUMT mandiri bersama beberapa waktu lalu, salah satu petugasnya membenarkan bahwa beberapa bulan lalu pihaknya memang pernah menetaskan sejumlah telur ayam untuk keperluan Bibit yang akan dibagikan ke Tiyuh-tiyuh.

“Kita disini hanya Penetasan Mas, satu kali penetas itu dalam 7 hari rata-rata menghasilkan sekitar 2000 anak ayam, dan begitu seterusnya. Dan memang untuk saat ini sedang tidak produksi karna memang belum ada telur hasil indukan kita”, tutur penjaga tersebut.

Pernyataan tersebut cukup janggal pasalanya Supadiyono Kabid Peternakan Disnakan Tubaba, dalam keteranganya beberapa waktu lalu menutur bahwa dalam kurun waktu sesuai info lelang, selama 4 bulan. 40.000 ekor anak ayam telah selesai dibagikan ke Tiyuh-tiyuh.

Supadiyono menjelaskan kepada Tim Ajoi Tubaba Senin, (22/07/2019) di ruang kerjanya bahwa tiap tiyuh mendapatkan 300-380 ekor bibit ayam unggulan kurang lebih segitu, gak ada di  bawah 300 ekor diatas 300 ekor, jelasnya.

“Tiap Tiyuh mendapatkan  300-380 ekor bibit ayam unggulan kurang lebihnya segitu,gak ada di bawah 300 ekor di atas 300 ekor ia”, tuturnya.

Sedangkan fakta di lapangan saat Tim Ajoi Tubaba Melakukan wawancara terhadap salah satu kepala Tiyuh, bahwasannya dia hanya menerima bantuan bibit ayam unggulan 100 ekor saja, itu pun di bagi menjadi  dua, 50 ekor untuk masyarakat 50 ekor untuk kelompok.

Pernyataan Kabid Pertenakan Supadiyono dengan fakta yang di lapangan berbeda  dan di duga kuat adanya indikasi mark up anggaran.(TIM AJOI).

Comment