Beranda Daerah Tulang Bawang Barat Pengadaan Bibit Ayam kampung Unggul (KUB) Oleh Dinas Peternakan Tubaba Dinilai Gagal

Pengadaan Bibit Ayam kampung Unggul (KUB) Oleh Dinas Peternakan Tubaba Dinilai Gagal

1.201 views
0

TUBABA, Cyberkatulistiwa.com – Pengadaan Bibit Ayam kampung Unggul (KUB) yang dihibahkan ke masyarakat Tulangbawang Barat (Tubaba) pada tahun 2018 oleh Dinas Peternakan dinilai gagal.

Pasalnya, pembagian ayam kampung unggulan kepada Ketua Kelompok yang ada di tiap Tiyuh di Kabupaten Tubaba dinilai tidak ada manfaat serta membebankan sejumlah penerima ayam tersebut.

Dari hasil survei oleh Tim Ajoi Tubaba kepada Kelompok penerima Ayam kampung Unggulan ke sejumlah tiyuh menyatakan bahwa bantuan yang mereka terima hanya berupa ayam kecil dengan ukuran 3-4 Onc yang kemudian diserahkan kepada masyarakat tanpa diberi pakan ayam.

Yang lebih mirisnya lagi, Ayam yang menjadi kebanggaan Kabupaten Tubaba yang diberikan kepada penerima saat ini banyak yang sudah tidak ada lagi dengan berdalih bahwa ayam tersebut sudah di sembelih dan ada yang mati dengan umur yang masih muda.

Berdasarkan penjelasan dari beberapa penerima bantuan bahwasanya datangnya bantuan tersebut sebagian besar pada malam hari, dan yang lebih aneh nya lagi diperkuat dengan tanpa adanya dokumentasi saat serah terima.

Beberapa warga penerima bantuan Kecamatan Tulangbawang Tengah (Tbt) dan Kecamatan Batu Putih Kabupaten Tubaba menjelaskan saat ini Produk Ayam Unggulan yang diberikan sudah tidak ada lagi.

“Begitu Ayam itu diserahkan ke saya (Ketua Kelompok) langsung saya kasih ke warga dan saya tidak ngambil satupun, bahkan karena warga nya belum ngambil saya siarkan di masjid biar cepat di ambil karena saya gak tahan baunya,” ungkap salah satu Ketua kelompok pada Minggu, (21/07/2019).

Senada di jelaskan oleh beberapa warga Kecamatan Gunung Terang, dan Kecamatan Batu Putih Kabupaten Tubaba, menurut warga dokumentasi kegiatan tersebut pihaknya tidaklah memiliki namun ia menyatakan kemungkinan Dokumen/Sertifikat sebagai mana yang dimaksud ada pada pihak Dinas Peternakan setempat.

“Kami hanya menerima, kalau untuk dokumen segala macamnya kami kurang paham, mungkin pihak dinas yang ada” cetus warga.

Terpisah Supardiyono menegaskan kegiatan tersebut merupakan program peningkatan gizi masyarakat yang secara garis besar di peruntukkan kepada warga sebagai penunjang gizi masyarakat dan sekaligus memperkenalkan produk asli Tubaba serta sebagai sarana pembelajaran yang memiliki nilai usaha.

Menurut Supardiyono, bantuan ayam Unggulan yang diberikan ke warga sudah berjalan sesuai Program dan bahkan ada dibeberapa Tiyuh yang masih Produktif terus berkembang.

“Ada beberapa sampel Tiyuh yang berhasil, Tiyuh Wonokerto, Karta Raharja, itukan bukti kalau ayam itu bisa berkembang” tukasnya.

Namun saat di singgung tentang tingkat keberhasilan program serta pemenang lelang dari kegiatan tersebut dirinya enggan berkomentar lebih banyak lagi.(tim ajoi).

Comment